Australia dan Indonesia Membahas Upaya Memperkuat Kerja Sama Bilateral

STRANGERVIEWS – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna H. Laoly membahas penguatan kerja sama bilateral Indonesia dan Australia dalam pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keamanan Siber Australia Clare O’Neil.

Dalam pertemuan di Jakarta, Selasa, Laoly mengatakan pertemuan kelompok kerja kebutuhan imigrasi yang rutin digelar bersama Australia berjalan dengan baik.

“Saat ini Indonesia sedang mempercepat proses imigrasi di bandara melalui pemeriksaan otomatis. Selain itu, pertukaran informasi pemeriksaan perbatasan juga penting,” ujarnya dalam keterangan yang dikeluarkan kementeriannya di Jakarta, Rabu.

Menkeu juga menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas lembaga imigrasi Indonesia dan Australia serta menekankan bahwa pertukaran informasi antara kedua negara sangat penting untuk melindungi perbatasan mereka.

Ia menambahkan, setelah pertemuan tahun 2023 di Adelaide, Australia, kedua negara perlu menerapkan Strategi Adelaide mengenai penegakan hukum, pendekatan antar pemangku kepentingan, pertukaran informasi, pengelolaan perbatasan, perlindungan korban dan pengelolaan migrasi, serta penyelundupan manusia.

Dalam pertemuan hari Selasa, kedua menteri juga membahas masalah pengungsi Rohingya.

O’Neil mengatakan bahwa Australia ingin mengetahui bagaimana mereka dapat membantu menyelesaikan masalah ini.

Menteri Laoly mengatakan, negara-negara Asia belum menyelesaikan permasalahan tersebut karena adanya dugaan keterlibatan sindikat perdagangan manusia.

Indonesia telah menjalin kerja sama yang baik dalam penanganan pengungsi dengan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM).

Meski belum meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951, Indonesia telah menerima pengungsi dari negara-negara konflik.

Tentang Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *