Amnesty International Minta Hongaria Tangkap Netanyahu dalam Kunjungan Mendatang

Jakarta – Amnesty International mendesak Hungaria untuk menangkap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Permintaan tersebut muncul setelah laporan bahwa Netanyahu akan mengunjungi negara anggota UE tersebut pada hari Rabu, 2 April 2025, atas undangan mitranya dari Hungaria, Viktor Orban.

Netanyahu menjadi subjek surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Kriminal Internasional atau ICC pada November 2024 atas tindakan Israel di Gaza. Sebagaimana dilansir Arab News , Orban, sekutu dekat Netanyahu, telah menyatakan tidak akan menegakkan surat perintah tersebut. Namun, sebagai negara anggota, Hungaria wajib menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan ICC. Erika Guevara-Rosas, kepala penelitian, advokasi, dan kebijakan global di Amnesty International, menyatakan bahwa Netanyahu diduga sebagai penjahat perang. Ia dituduh menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan dan dengan sengaja menyerang warga sipil. Selain itu, Netanyahu dituduh terlibat dalam kejahatan terhadap kemanusiaan, termasuk pembunuhan, penganiayaan, dan tindakan tidak manusiawi lainnya. Sebagai anggota ICC, Guevara-Rosas menegaskan bahwa Hungaria harus menangkap Netanyahu jika ia bepergian ke negara itu dan kemudian menyerahkannya ke ICC.

Menurut Guevara-Rosas, setiap perjalanan yang dilakukan Netanyahu ke negara anggota ICC yang tidak berujung pada penangkapannya akan membuat Israel semakin berani melakukan kejahatan lebih lanjut terhadap rakyat Palestina. “Kunjungan Netanyahu yang dilaporkan harus dilihat sebagai upaya sinis untuk melemahkan ICC dan pekerjaannya, dan merupakan penghinaan terhadap para korban kejahatan ini yang mencari keadilan di Pengadilan,” kata Guevara-Rosas.

Guevara-Rosas menyatakan bahwa undangan Hongaria merupakan pengabaian terhadap hukum internasional dan menegaskan bahwa tersangka penjahat perang yang dicari oleh ICC diterima di negara-negara anggota UE.

“Kunjungan Netanyahu ke Hungaria tidak boleh menjadi penentu masa depan hak asasi manusia di Eropa,” tambah Guevara-Rosas.

Guevara-Rosas mendesak para pemimpin Eropa dan dunia untuk mengakhiri kebungkaman dan ketidakpedulian mereka. Anggota Amnesty International itu juga meminta para pemimpin dunia untuk meminta Hongaria menangkap Netanyahu selama kunjungannya ke sana.

Guevara-Rosas menekankan bahwa Amnesty International meminta Jaksa ICC untuk menyelidiki dan mengadili semua kejahatan Israel. “Para pemimpin yang berkuasa, seperti Netanyahu, yang dituduh oleh ICC atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan, tidak boleh lagi menikmati prospek impunitas abadi,” pungkasnya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *