7 Tarian Tradisional Indonesia yang Paling Populer

STRANGERVIEWS – Tari atau gerak tubuh merupakan salah satu seni pertunjukan yang diselaraskan dengan iringan alat musik. Indonesia sendiri cukup terkenal dengan keberagaman budayanya, termasuk tarian tradisional yang selalu menjadi sorotan. Biasanya tarian ini ditampilkan dalam acara penyambutan tamu, memperingati hari atau peristiwa penting, serta untuk ritual keagamaan.

Di Indonesia terdapat lebih dari 300 jenis tarian tradisional. Diantaranya kami telah merangkum 10 tarian tradisional Indonesia yang populer dan ini dia:

1. Reog Ponorogo

Reog merupakan salah satu seni budaya yang berasal dari Jawa Timur dan Ponorogo dianggap sebagai kota asli asal Reog. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh “warok” dan “gemblak”, dua sosok yang hadir saat tari Reog dipentaskan. Tari Reog merupakan salah satu kebudayaan daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal mistis. Reog juga sangat menghibur para wisatawan yang datang ke Indonesia dan menjadi salah satu tarian Indonesia yang paling populer.

2. Kecak

Kecak atau Ketjak atau Ketjack adalah pertunjukan seni khas Bali yang diciptakan pada tahun 1930-an dan sebagian besar dibawakan oleh laki-laki. Tarian ini dibawakan oleh banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk melingkar dan dalam irama tertentu meneriakkan “cak” sambil mengangkat kedua tangannya. Kisah ini menggambarkan kisah Ramayana ketika sekelompok kera membantu Rama melawan Rahwana.

Penari pria yang duduk melingkar mengenakan kain kotak-kotak seperti papan catur yang dililitkan di pinggang. Selain mereka, ada juga penari lain yang berperan sebagai tokoh Ramayana seperti Rama, Shinta, Rahwana, Hanoman dan Sugriwa.

Namun Kecak diduga berasal dari ritual Sanghyang . Ritual tersebut merupakan bagian dari tradisi tari dimana penarinya akan berada dalam kondisi tidak sadarkan diri ketika berkomunikasi dengan Tuhan atau roh nenek moyang untuk kemudian menyampaikan harapannya kepada masyarakat.

3.Jaipong

Tari Jaipong atau sering juga disebut dengan “Jaipongan” merupakan tarian tradisional yang menampilkan jenis tarian dan musik yang mengacu pada kekayaan seni Indonesia khususnya Provinsi Jawa Barat. Tari Jaipong ditemukan oleh Gugum Gumbira, seorang seniman asal Bandung, sekitar tahun 1960an.

Jaipongan merupakan tarian yang digunakan masyarakat untuk berbaur, oleh karena itu tarian ini disebut juga dengan tarian Masyarakat Sunda. Tarian ini tumbuh dan berkembang hingga akhirnya dapat diterima masyarakat dan populer di mata masyarakat sejak tahun 1970an.

Ciri khas Jaipong adalah tariannya yang sederhana dan natural, dibawakan secara spontan, dan tarian ini menampilkan keceriaan, erotis, humor dan tentunya penuh semangat. Ini bisa dilihat langsung dari pertunjukannya. Meski tergolong “baru”, tarian ini sudah menjadi tarian resmi dari Jawa Barat yang sering dibawakan saat menyambut tamu dari luar negeri.

4. Serimpi

Tari Serimpi merupakan tarian klasik Keraton Yogyakarta yang dibawakan oleh beberapa penari wanita anggun. Gerakan yang pelan dan lemah lembut menunjukkan kesopanan dan kelembutan budaya keraton.

Serimpi sudah ada sejak masa kejayaan Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sultan Agung. Awalnya tarian ini dikategorikan mistik dan hanya dipentaskan di Keraton Yogyakarta untuk acara kenegaraan dan peringatan takhta Sultan.

Penari serimpi dipilih oleh keluarga Kerajaan. Setelah Kerajaan Mataram terpecah menjadi dua yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Surakarta, tarian ini mulai mengalami perubahan dari segi geraknya. Namun makna dari tarian ini tetap sama, yaitu untuk menampilkan kesopanan dan kelembutan. Saat ini, tarian ini ditampilkan untuk menyambut tamu dan acara kebudayaan .

5. Barong

Tari Barong merupakan tarian Bali yang berasal dari khazanah budaya pra-Hindu. Tarian ini menggambarkan pertarungan antara kebajikan (dharma) dan keburukan (adharma). Makhluk kebajikan diperankan oleh Barong , penari berkostum binatang berkaki empat, sedangkan makhluk kejijikan diperankan oleh Rangda , sosok menyeramkan dengan dua taring runcing di mulutnya.

Ada beberapa jenis tari Barong yang biasa ditampilkan di Pulau Bali, yaitu Barong Ket, Barong Bangkal (babi), Barong Macan dan Barong Landung. Namun diantara mereka hanya Barong Ket atau Barong Keket yang lebih disukai sebagai objek wisata karena kostum dan tariannya yang lengkap.

Tari Barong menceritakan pertarungan antara Barong dan Rangda yang dilengkapi dengan tokoh pendukung lainnya seperti Monyet (sahabat Barong), Dewi Kunti, Sadewa (anak Dewi Kunti) dan para pengikut Rangda.

6. Piring

Tarian ini disebut Tari Piring karena penggunaan piring dalam gerakan tarinya. Awalnya Tari Piring yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, dibawakan oleh pria dan wanita untuk membawa persembahan kepada Tuhan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen yang melimpah.

Keunikan dari tarian ini terletak pada gerakan cepat para penarinya dengan piring ditangannya yang tidak jatuh, sesulit apapun gerakan tariannya. Penari mulai bergerak ketika alat musik talempong dan saloang dibunyikan.

7. Bersama

Tari Saman sudah terkenal di dunia. UNESCO telah menetapkan tarian daerah Aceh ini sebagai ‘Daftar Representatif Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan’ pada tahun 2011. Tari Saman berasal dari Suku Gayo. Tarian ini untuk memperingati hari-hari penting masyarakat adat Aceh atau memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Konon Tari Saman dikembangkan oleh Syekh Saman, seorang ulama asal Gayo di Aceh Tenggara. Tarian Saman dibawakan oleh sekelompok penari yang berjumlah ganjil. Keunikan tarian ini terletak pada suara yang dihasilkan dari gerakan tangan penarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *