4 Jenis Batik Indonesia yang Perlu Kalian Ketahui

STRANGERVIEWS – Batik yang paling terkenal dan terkenal berasal dari kepulauan Indonesia, dan tidak sulit untuk mengetahui alasannya. Dengan ratusan tahun warisan dan tradisi tekstil, perjalanan waktu yang tak terelakkan menjadikan Batik terus menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia saat ini.

Bagi orang luar, rangkaian warna dan pola yang diekspresikan pada Batik merupakan suguhan visual dan karya seni yang menakjubkan untuk dikagumi. Mulai dari teknik kuno hingga mesin cetak modern, berikut empat jenis batik Indonesia yang wajib diketahui oleh setiap penggila batik.

1. BLOK DICETAK

Konon metode tekstil block printing berasal dari India. Melalui perdagangan laut yang dapat ditelusuri kembali ke tahun 1600-an, metode ini mencapai nusantara dan menjadi salah satu metode pembuatan batik tertua dengan menggunakan stempel tangan dari kayu atau tembaga yang diukir dengan rumit. Batik cetak balok mudah dikenali dari konsistensi garis, ruang, dan polanya.

2. GAMBAR TULIS TANGAN BEBAS

Batik Tangan Bebas atau yang lebih umum disebut  Batik Tulis  dianggap sebagai Batik yang paling berharga. Digambar dengan template atau bentuk bebas, tekniknya merupakan cerminan dari penguasaan pengrajin dalam karyanya. Semakin halus gambarnya, semakin besar kendali yang dimiliki pengrajin terhadap cantingnya  , dan  semakin tinggi pula nilai tekstil tersebut. Potongan freehand terbaik berharga ribuan. Banyak diantaranya yang menjadi pusaka berharga, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya yang pada akhirnya mewakili tanda kelas dan status.

3. KOMBINASI GAMBAR TULIS TANGAN & CETAK BLOK

Kombinasi cetak blok dan gambar tangan bebas menghasilkan yang terbaik dari kedua dunia dalam satu tekstil. Di atas, sepotong Batik indigo Jawa terdiri dari  cetakan parang blok  dan pola bunga bentuk bebas.

4. MESIN CETAK BATIK

Dulu ketika jalur perdagangan laut pertama kali dimulai dan lama setelahnya, tekstil Asia dianggap sangat berharga oleh para pedagang laut di Barat, bahkan digunakan untuk barter rempah-rempah dan kebutuhan sehari-hari.

Namun dengan munculnya teknologi dan manufaktur, Revolusi Industri di Eropa menyaksikan lahirnya batik cetak mesin.

Metode ini segera mendapatkan popularitas karena kemampuannya menghasilkan hasil kain yang lebih tinggi dalam waktu yang lebih singkat. Apa yang dulunya dihargai dan dijunjung tinggi dengan cepat menjadi komoditas. Saat ini, batik cetak mesin sudah tersedia di pasaran. Ia mudah dikenali dari tampilan cetakannya yang khas — garis-garis sempurna, titik-titik, dan warna-warna cerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *